Pentingnya Mengatasi Anemia pada Kehamilan


Pentingnya Mengatasi Anemia pada Kehamilan

Pentingnya Mengatasi Anemia pada Kehamilan - Kehamilan tentu merupakan proses yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan suami istri. Proses kehamilan melibatkan proses perubahan kondisi fisik ibu, dan juga psikologis ibu. Adanya janin dalam kandungan memicu kenaikan kebutuhan berbagai zat gizi yang diperlukan oleh ibu. Salah satu zat gizi yang meningkat tajam kebutuhannya pada masa kehamilan adalah zat besi. Kekurangan asupan zat besi akan mendorong terjadinya anemia pada kehamilan.

Hal ini berakibat pada kurangnya suplai darah pembawa nutrisi dan oksigen ke janin, sehingga kekurangan zat besi juga akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Gejala klasik yang sering ditemui pada penderita anemia antara lain, mudah capek, badan terasa lemas, tidak bertenaga, wajah pucat, dan lain-lain.

Secara alami, kadar zat besi dalam tubuh ibu hamil akan menurun dengan sendirinya seiring bertambahnya umur kehamilan. Oleh karena itu, setiap kali berkunjung ke bidan atau dokter kandungan, ibu hamil akan mendapatkan sejumlah tablet penambah darah atau tablet besi yang harus dihabiskan dalam waktu 90 hari sebagai antisipasi kejadian anemia yang mungkin terjadi selama kehamilan.

Selain itu, konsumsi tablet besi atau tablet penambah darah dengan cara benar juga dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi di usus yang juga akan meningkatkan kadar sel darah merah dan mencegah anemia. Namun sebenarnya, konsumsi tablet besi ini saja tidak cukup. Penyerapan zat besi dan pembentukan sel darah merah merupakan proses yang kompleks yang melibatkan banyak zat gizi.

Dalam mengatasi anemia pada kehamilan, tidak hanya diperlukan konsumsi tablet penambah darah, namun juga pengaturan pola makan dari seluruh aspek yang berhubungan dengan penyerapan zat besi maupun pembentukan sel darah merah perlu dipertimbangkan seperti konsumsi protein dan asam folat. Konsumsi makanan sumber protein yang cukup seperti daging, ikan, ayam, dan tempe juga diperlukan karena pembentukan sel darah merah juga membutuhkan protein.

Selain protein, zat gizi lainnya yang berperan dalam pembentukan sel darah merah adalah asam folat. Sumber makanan yang kaya akan asam folat antara lain asparagus, jagung, kacang-kacangan, pisang, stroberi, jeruk, hati, dan masih banyak lagi.